London (KABARIN) - Perdana Menteri Inggris (PM) Keir Starmer mengatakan kepada para menteri kabinet bahwa ia akan “terus menjalankan pemerintahan”, di tengah meningkatnya tekanan atas kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan baru-baru ini dan seruan agar dia mengundurkan diri.
Berbicara dalam rapat kabinet, Selasa, Starmer berusaha menstabilkan pemerintahannya setelah apa yang ia gambarkan sebagai periode “destabilisasi” bagi Westminster.
“Seperti yang saya katakan kemarin, saya bertanggung jawab atas hasil pemilihan ini dan saya bertanggung jawab untuk mewujudkan perubahan yang telah kami janjikan,” kata Starmer dalam siaran pers dari Downing Street No. 10.
“Negara mengharapkan kita untuk terus menjalankan pemerintahan. Itulah yang saya lakukan dan yang harus kita lakukan sebagai Kabinet,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kritik di internal Partai Buruh setelah hasil buruk dalam pemilihan lokal terakhir.
Menteri komunitas (Miatta Fahnbulleh) menjadi menteri pertama yang mengundurkan diri, bergabung dengan lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh yang mendesak PM Starmer untuk mundur atau setidaknya menetapkan jadwal pengunduran diri.
Situasi politik semakin memanas pada Senin malam (11/5), ketika Downing Street melakukan pergantian enam ajudan menteri yang sebelumnya mengundurkan diri, sebagai upaya meredam gejolak di internal pemerintahan yang kian tertekan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026